Categories
Repo

Pengaruh Motivasi dan Disiplin Kerja terhadap Kinerja Karyawan (Human Resource Development PT. Sprint Asia Technology)

http://repository.uhamka.ac.id/id/eprint/16749/

Pengaruh Motivasi dan Disiplin Kerja terhadap Kinerja Karyawan (Human Resource Development PT. Sprint Asia Technology)

Sanjaya, Ipada Putra

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh antara Motivasi dan Disiplin Kerja terhadap Kinerja Karyawan. Dalam penelitian ini digunakan metode survei. Variabel yang digunakan yaitu Motivasi dan Disiplin Kerja sebagai variabel independen dan variabel Kinerja Karyawan sebagai variabel dependen. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh karyawan perusahaan PT. Sprint Asia Technology, yang berjumlah 80 orang. Teknik pemilihan sampel dilakukan dengan sample jenuh, sehingga diperoleh sampel berjumlah 80 orang sebagai responden. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner dan pengukurannya menggunakan skala likert. Teknik pengolahan dan analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif, regresi linear berganda, uji asumsi klasik, dengan menggunakan uji normalitas, uji multikolinearitas, uji heteroskedastisitas, dan uji autokorelasi, pengujian hipotesis uji parsial (uji t), uji simultan (uji F), analisis koefisien korelasi parsial dan koefisien korelasi berganda.
Hasil Analisis Statistik Deskriptif yaitu variabel Kinerja Karyawan (Y) mendapati hasil rata-rata (mean) sebesar 82,88 dengan standar deviasi sebesar 4,144. Variabel Motivasi (X1) mendapati hasil rata-rata (mean) sebesar 84,44 dengan standar deviasi sebesar 4,222. Variabel Disiplin Kerja (X2) mendapati hasil rata-rata (mean) sebesar 83,16 dengan standar deviasi sebesar 4,158.
Hasil model regresi linear berganda yang diperoleh yaitu ̂ =1,357 + 0,316 X1 + 0,370 X2 + e. Hasil uji asumsi klasik menunjukkan bahwa residual berdistribusi normal, tidak terjadi multikolinearitas, tidak terjadi heteroskedastisitas, tidak terjadi autokorelasi sehingga dapat diinterprestasikan model regresi mempunyai sifat BLUE (Best Linear Unbiased Estimator).
Nilai Adjusted R2 sebesar 0,457 artinya variabel independen motivasi dan Disiplin Kerja mampu mempengaruhi variabel dependen kinerja karyawan adalah sebesar 45,7% sedangkan sisanya sebesar 54,3% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak diteliti di dalam penelitian ini.
Hasil uji statistik t variabel yaitu Motivasi (X1) menunjukkan thitung sebesar 3,652 > 1,66482, tingkat signifikansi 0,000 < 0,05 maka Motivasi secara parsial berpengaruh positif signifikan terhadap kinerja karyawan. Selanjutnya nilai thitung variabel yaitu Disiplin Kerja (X2) menunjukkan thitung sebesar 4,271 > 1,66482, tingkat signifikansi 0,000 < 0,05 maka Disiplin Kerja secara parsial berpengaruh positif signifikan terhadap kinerja karyawan. Hasil uji F menunjukkan F hitung sebesar 34,217 > F 0.05 (3,96) dengan tingkat signifikansi 0,000 < 0,05, maka dapat diinterpretasikan bahwa Motivasi dan Disiplin Kerja secara simultan atau bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan. Nilai koefisien korelasi parsial variabel Motivasi (X1) dan variabel kinerja karyawan (Y) sebesar 0,360 dengan tingkat signifikansi sebesar 0,000 < 0,05, maka dapat dikatakan terdapat hubungan positif rendah dan signifikan. Nilai koefisien korelasi parsial variabel Motivasi Kerja (X2) dan variabel kinerja karyawan (Y) sebesar 0,421 dengan tingkat signifikansi sebesar 0,000 < 0,05, maka dapat dikatakan terdapat hubungan positif sangat kuat dan signifikan. Analisis koefisien korelasi berganda diketahui bahwa nilai koefisien korelasi berganda (R) R) = 0,686 berarti kedua variabel yaitu Motivasi dan Disiplin Kerja secara bersama-sama mempunyai tingkat hubungan yang kuat (berada pada interval 0,60- 0,799) dan positif terhadap kinerja karyawan. http://repository.uhamka.ac.id/id/eprint/16749/1/FEB_MNJ_1402015200%20_Ipada%20Putra%20Sanjaya.pdf Unduh!

Categories
Repo

Pengaruh Pelatihan Kerja dan Motivasi terhadap Kinerja Karyawan pada Departemen Painting Piano PT. Yamaha Music Manufacturing Pulogadung Jakarta

http://repository.uhamka.ac.id/id/eprint/16748/

Pengaruh Pelatihan Kerja dan Motivasi terhadap Kinerja Karyawan pada Departemen Painting Piano PT. Yamaha Music Manufacturing Pulogadung Jakarta

Muthia, Siti

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pelatihan kerja dan
motivasi terhadap kinerja karyawan pada departemen painting piano PT Yamaha
Music Manufacturing Pulogadung Jakarta. Variabel yang di teliti adalah pelatihan
kerja dan motivasi sebagai variabel bebas dan kinerja karyawan sebagai variabel
terikat pada departemen painting piano PT Yamaha Music Manufacturing
Pulogadung Jakarta. Populasi pada penelitian ini adalah karyawan departemen
painting piano PT Yamaha Music Manufacturing Pulogadung Jakarta. Data
penelitian ini bersifat primer yang di kumpulkan dengan cara menyebar kuesioner.
Dengan jumlah sampel sebanyak 81 responden. Pengambilan sampel dilakukan
dengan teknik random sampling yaitu karyawan departemen painting piano PT
Yamaha Music Manufacturing Pulogadung Jakarta. Teknik pengumpulan data
menggunakan pengolahan dan analisis data meliputi uji validitas, uji reliabilitas,
analisis regresi linier berganda, uji asumsi klasik, uji hipotesis, uji koefisien
determinasi dan koefisien korelasi.
Hasil penelitian ini menunjukan bahwa pelatihan kerja berpengaruh
signifikan terhadap kinerja karyawan dan motivasi berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan. Secara simultan pelatihan kerja dan motivasi
berpengaruh terhadap kinerja karyawan departemen painting piano PT Yamaha
Music Manufacturing Pulogadung Jakarta.

http://repository.uhamka.ac.id/id/eprint/16748/1/FEB_MNJ_1402015168_Siti%20Muthia.pdf

Unduh!

Categories
Repo

Pengaruh Budaya Organisasi, Motivasi Kerja, dan Kepuasan Kerja terhadap Kinerja Karyawan pada PT. Telekomunikasi Indonesia, Tbk

http://repository.uhamka.ac.id/id/eprint/16747/

Pengaruh Budaya Organisasi, Motivasi Kerja, dan Kepuasan Kerja terhadap Kinerja Karyawan pada PT. Telekomunikasi Indonesia, Tbk

Hendrastiani, Seli

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh antara Budaya Organisasi,
Motivasi Kerja, dan Kepuasan Kerja terhadap Kinerja Karyawan.
Dalam penelitian ini digunakan metode survei. Variabel yang digunakan yaitu
Budaya Organisasi, Motivasi Kerja, dan Kepuasan Kerja sebagai variabel
independen dan variabel Kinerja Karyawan sebagai variabel dependen. Populasi
dalam penelitian ini adalah seluruh karyawan perusahaan PT Telekomunikasi
Indonesia, Tbk yang berjumlah 140 karyawan. Teknik pemilihan sampel
menggunakan slovin, diperoleh berjumlah 103 orang sebagai responden. Teknik
pengumpulan data menggunakan kuesioner dan pengukurannya menggunakan
skala likert. Teknik pengolahan dan analisis data yang digunakan adalah analisis
deskriptif, regresi linear berganda, uji asumsi klasik, dengan menggunakan uji
normalitas, uji multikolinearitas, uji heteroskedastisitas, dan uji autokorelasi,
pengujian hipotesis uji parsial (uji t), uji simultan (uji F), analisis koefisien
korelasi parsial dan koefisien korelasi berganda.
Hasil Analisis Statistik Deskriptif yaitu variabel Kinerja Karyawan (Y)
mendapati hasil rata-rata (mean) sebesar 38.35 dengan standar deviasi sebesar
3.882. Variabel Budaya Organisasi (X1) mendapati hasil rata-rata (mean) sebesar
40.75 dengan standar deviasi sebesar 4.445. Variabel Motivasi Kerja (X2)mendapati hasil rata-rata (mean) sebesar 35.96 dengan standar deviasi sebesar
4.589. Variabel Kepuasan Kerja (X3) mendapati hasil rata-rata (mean) sebesar
38.23 dengan standar deviasi sebesar 3.991.
Hasil model regresi linear berganda yang diperoleh yaitu ̂ = 0.403 + 0.191
X1 + 0.323 X2 + 0.390 X3. Hasil uji asumsi klasik menunjukkan bahwa residual
berdistribusi normal, tidak terjadi multikolinearitas, tidak terjadi
heteroskedastisitas, tidak terjadi autokorelasi sehingga dapat diinterprestasikan
model regresi mempunyai sifat BLUE (Best Linear Unbiased Estimator).
Nilai Adjusted R2 sebesar 0.627 artinya variabel independen budaya
organisasi, motivasi kerja, dan kepuasan kerja mampu mempengaruhi variabel
dependen kinerja karyawan adalah sebesar 62.7% sedangkan sisanya sebesar
37.3% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak diteliti di dalam penelitian ini.
Hasil uji statistik t variabel yaitu budaya organisasi (X1) menunjukkan thitung
sebesar 3.365 > 1.660, tingkat signifikansi 0.001 < 0.05 maka Budaya Organisasi secara parsial berpengaruh positif signifikan terhadap kinerja karyawan. Selanjutnya nilai thitung variabel yaitu Motivasi Kerja (X2) menunjukkan thitung sebesar 4.977 > 1.660, tingkat signifikansi 0.000 < 0.05 maka Motivasi Kerja secara parsial berpengaruh positif signifikan terhadap kinerja karyawan. Selanjutnya nilai thitung variabel yaitu Kepuasan Kerja (X3) menunjukkan thitung sebesar 4.954 > 1.660, tingkat signifikansi 0.000 < 0.05 maka Kepuasan Kerja secara parsial berpengaruh positif signifikan terhadap kinerja karyawan. Hasil uji F menunjukkan Fhitung sebesar 58.164 > F 0.05 (3:99) = 2.70 dengan tingkat
signifikansi 0.000 < 0.05, maka dapat diinterpretasikan bahwa Budaya Organisasi, Motivasi Kerja, dan Kepuasan Kerja secara simultan atau bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan. Nilai koefisien korelasi parsial variabel Budaya Organisasi (X1) dan variabel kinerja karyawan (Y) sebesar 0.320 dengan tingkat signifikansi sebesar 0.001 < 0.05, maka dapat dikatakan terdapat hubungan positif rendah dan signifikan. Nilai koefisien korelasi parsial variabel Motivasi Kerja (X2) dan variabel kinerja karyawan (Y) sebesar 0.447 dengan tingkat signifikansi sebesar 0.000 < 0.05, maka dapat dikatakan terdapat hubungan positif sedang dan signifikan. Nilai koefisien korelasi parsial variabel Kepuasan Kerja (X3) dan variabel kinerja karyawan (Y) sebesar 0.446 dengan tingkat signifikansi sebesar 0.000 < 0.05, maka dapat dikatakan terdapat hubungan positif sedang dan signifikan. Analisis koefisien korelasi berganda diketahui bahwa nilai koefisien korelasi berganda (R) = 0.799 berarti ketiga variabel yaitu Budaya Organisasi, Motivasi Kerja, dan Kepuasan Kerja secara bersama-sama mempunyai tingkat hubungan yang kuat (berada pada interval 0.60-0.799) dan positif terhadap kinerja karyawan. http://repository.uhamka.ac.id/id/eprint/16747/1/FEB_MNJ_1402015158_Seli%20Hendrastiani.pdf Unduh!

Categories
Repo

Tindak Tutur Ilokusi Haris Azhar

http://repository.uhamka.ac.id/id/eprint/16746/

Tindak Tutur Ilokusi Haris Azhar

Abdul Rahman, Jupri

http://repository.uhamka.ac.id/id/eprint/16746/1/Tindak%20Tutur%20Ilokusi%20Haris%20Azhar.pdf

Unduh!

Categories
Repo

Surat tugas pengmas

http://repository.uhamka.ac.id/id/eprint/16745/

Surat tugas pengmas

Zulherman, Zulherman

Surat Tugas pengmas

http://repository.uhamka.ac.id/id/eprint/16745/1/1462%20-%20SURAT%20TUGAS%20-%20ZULHERMAN.pdf

Unduh!

Categories
Repo

sertifikat SLR

http://repository.uhamka.ac.id/id/eprint/16744/

sertifikat SLR

Zulherman, Zulherman

sertifikat SLR

http://repository.uhamka.ac.id/id/eprint/16744/1/Zulherman.pdf

Unduh!

Categories
Repo

Surat Tugas Peserta SLR

http://repository.uhamka.ac.id/id/eprint/16743/

Surat Tugas Peserta SLR

Zulherman, Zulherman

Surat Tugas Peserta SLR

http://repository.uhamka.ac.id/id/eprint/16743/1/1461%20-%20SURAT%20TUGAS%20-%20ZULHERMAN.pdf

Unduh!

Categories
Repo

Daftar Hadir, BAP, Nilai

http://repository.uhamka.ac.id/id/eprint/16742/

Daftar Hadir, BAP, Nilai

Abdul Rahman, Jupri

http://repository.uhamka.ac.id/id/eprint/16742/1/Daftar%20Hadir%2C%20BAP%2C%20Nilai%20kajian%20Drama.pdf

Unduh!

Categories
Repo

Fraud Triangle against Fraudulent Financial Statements

http://repository.uhamka.ac.id/id/eprint/16739/

Fraud Triangle against Fraudulent Financial
Statements

Budiandru, Budiandru

It is the focus of this study to investigate the fraud triangle in connection to
fake financial statements. The data used in this investigation is quantitative. Secondary
sources were used to gather the information. The following conclusions can be taken
from the research: There is no correlation between financial stability and financial
statement fraud, but financial stability, external pressure, financial target, ineffective
monitoring, and the change in auditor all have an adjusted R square value of 43.7 percent
and 2.5 percentand the remaining indonesia 56.3% (100% – 43.7%), malaysia 97.5%
(100 % – 2.5%) explained by other variables that are not included in the regression model
such as Personal Financial Need, Nature of Industry, Organizational Structure, and
Nature of Industry.

http://repository.uhamka.ac.id/id/eprint/16739/1/Fraud%20Triangle%20against%20Fraudulent%20Financial.pdf

Unduh!

Categories
Repo

Analisis Perilaku Aman Dalam Bekerja Pada Analis Di UPT LABKESDA Kota Tangerang Tahun 2020

http://repository.uhamka.ac.id/id/eprint/16738/

Analisis Perilaku Aman Dalam Bekerja Pada Analis Di UPT LABKESDA Kota Tangerang Tahun 2020

Gunawan, Raden Aditya Mahendra

Latar Belakang: Perilaku kerja yang tidak aman (unsafe act) dan kondisi kerja yang tidak aman (unsafe conditions) merupakan 2 hal yang dapat menyebabkan kecelakaan kerja. Pada umumnya penyebab utama kecelakan kerja adalah kelalaian, namun kelalaian merupakan perilaku yang tidak disengaja sedangkan penyepelean merupakan perilaku yang disengaja. Hasil observasi dari studi pendahuluan yang peneliti lakukan di UPT Laboratorium Kesehatan Daerah Kota Tangerang melaporkan seluruh analis kesehatan yang berjumlah 7 orang tidak mengenakan sepatu safety, 5 diantaranya tidak mengenakan jas laboratorium dengan benar, dan 2 diantaranya tidak mengenakan gloves latex. Maka dari itu dengan dilakukannya penelitian ini peneliti sangat ingin mengetahui bagaimana perilaku aman para analis kesehatan ketika berlangsungnya kegiatan kerja secara mendalam. Metode: Penelitian ini dilaksanakan dengan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif dan informan dalam penelitian ini ditentukan dengan metode purposive sampling. Hasil: Diperoleh bahwasanya analis yang berperilaku aman dalam bekerja memiliki pengetahuan yang cukup diperoleh keyika mengenyam pendidikan, sikap yang baik dan mental yang positif ketika menghadapi bahaya yang ada, adanya motivasi atau dorongan pada setiap analis, dan kelengkapan jenis dan stok APD yang tersedia di laboratorium. Dan yang menyebakan analis berperilaku tidak aman dalam bekerja belum direalisasikannya program K3 laboratorium yang mendukung, sikap acuh yang dimiliki oleh sebagian analis terhadap SOP yang berlaku, dan belum adanya pengawasan rutin yang diberlakukan oleh pihak laboratorium terhadap analis ketika melakukan kegiatan kerja. Saran: Bagi UPT LABKESDA Kota Tangerang menerapkan K3 laboratorium sesuai dengan PERMENKES No. 52 Tahun 2018, memberlakukan pengawasan rutin oleh koordinator K3, dan mengadakan pelatihan K3 yang melibatkan analis.

http://repository.uhamka.ac.id/id/eprint/16738/1/FIKES_KM_1605015013_RADEN%20ADITYA%20MAHENDRA%20GUNAWAN.pdf

Unduh!