Categories
Repo

Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Obesitas Sentral Pada Ibu Rumah Tangga Di Perumahan Griya Labuan Asri Desa Sukamaju Kecamatan Labuan Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten, Tahun 2016

http://repository.uhamka.ac.id/id/eprint/15654/

Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Obesitas Sentral Pada Ibu Rumah Tangga Di Perumahan Griya Labuan Asri Desa Sukamaju Kecamatan Labuan Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten, Tahun 2016

Rahayu, Widyaningrum Hidayati

Obesitas sentral merupakan masalah kesehatan dan gizi yang terjadi di berbagai kalangan baik di Negara berkembang maupun Negara maju. Obesitas sentral merupakan salah satu penyebab dari terjadinya berbagai penyakit degeratif yang kejadiannya dipengaruhi oleh berbagai faktor risiko, yang ditandai dengan lingkar perut >80 cm untuk perempuan dan >90 cm untuk laki-laki. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan obesitas sentral pada ibu rumah tangga di Perumahan Griya Labuan Asri Desa Sukamaju Kecamatan Labuan Kabupaten Pandeglang.
Desain studi yang digunakan dalam penelitian ini adalah cross sectional. Sampel dalam penelitian ini ialah 67 ibu rumah tangga yang diperoleh secara systematic random sampling. Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini ialah data pengukuran lingkar perut, karakteristik ibu rumah tangga, pengetahuan, aktivitas fisik, asupan (energi, karbohidrat, protein, lemak, dan serat), dan frekuensi konsumsi minum minumam manis. Uji chi-square digunakan pada saat menganlisis data. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa prevalensi obesitas sentral pada ibu rumah tangga adalah 62,7%. Faktor-faktor yang berhubungan dengan obesitas sentral pada ibu rumah tangga adalah usia (p-value 0,021), tingkat pendapatan (p-value 0,044), riwayat obesitas keluarga (p-value 0,001), aktivitas fisik (p-value 0,039), asupan energi (p-value 0,005), asupan karbohidrat (p-value 0,000), asupan protein, (p-value 0,006), asupan lemak (p-value 0,000), dan asupan serat (p-value 0,007). Tingkat pendidikan, tingkat pengetahuan, jumlah keluarga, dan frekuensi konsumsi minum minuman manis diketahui tidak memiliki hubungan dengan obesitas sentral.

http://repository.uhamka.ac.id/id/eprint/15654/1/FIKES_GIZI_1205025088_WIDYANINGRUM%20HIDAYATI%20RAHAYU.pdf

Unduh!

Categories
Repo

Pemanfaatan Tepung Labu Kuning (Cucurbita moschata duch) dalam Pembuatan Brownies Kukus untuk Makanan Selingan

http://repository.uhamka.ac.id/id/eprint/15653/

Pemanfaatan Tepung Labu Kuning (Cucurbita moschata duch) dalam Pembuatan Brownies Kukus untuk Makanan Selingan

Utami, Tri

Labu kuning merupakan bahan pangan yang kaya vitamin A, B, dan C, mineral, protein, lemak serta karbohidrat. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen. Rancangan penelitian yang digunakan adalah rancangan acak lengkap dengan satu faktorial. Dengan perlakuan tepung labu kuning. Uji daya terima diperoleh melalui pengujian organoleptik yang dilakukan oleh panelis agak terlatih sebanyak 30 orang yaitu mahasiswa jurusan gizi Universitas Muhammadiyah Prof.Dr. Hamka . Hasil penilaian uji organoleptik diolah menggunakan ANOVA dan Uji lanjut Duncan untuk melihat perbedaan dari tiap formula dan untuk menarik kesimpulan produk mana yang paling unggul, dilakukan penjumlahan skor rata-rata dari mutu warna, tekstur, rasa dan aroma dari tiap formulasi. Berdasarkan hasil uji statistik daya terima terhadap kesukaan warna nilai p=0,034; tekstur p=0,852; rasa nilai p=0,906; aroma nilai p=0,396; dan mutu hedonik dengan nilai warana nilai p= 0,475, tekstur nilai p = 0,390, rasa nilai p= 0,008, dan aroma nilai p =0,519. Ada pengaruh yang signifikan pada daya terima tepung labu kuning dalam pembuatan brownies kukus terhadap kesukaan meliputi warna dan pada mutu hedonik meliputi rasa. Dan pada penilaian tektur, rasa, aroma tidak terdapat pengaruh nyata terhadap daya terima brownies kukus. Maka hasil uji daya terima diperoleh formula terpilih setelah kontrol yaitu formula 70% dengan substitusi tepung labu kuning sebanyak 140 g.

http://repository.uhamka.ac.id/id/eprint/15653/1/FIKES_GIZI_1205025086_TRI%20UTAMI.pdf

Unduh!

Categories
Repo

Pengaruh Pemberian Reward Dan Punishment Terhadap Prestasi Belajar Pada Mata Pelajaran PAI (Di SD Muhammadiyah 5 Jakarta)

http://repository.uhamka.ac.id/id/eprint/15652/

Pengaruh Pemberian Reward Dan Punishment Terhadap Prestasi Belajar Pada Mata Pelajaran PAI (Di SD Muhammadiyah 5 Jakarta)

Wirana, Tanjung Surya

Salah Satu Kebutuhan Yang Dimiliki Siswa Adalah Kebutuhan Penghargaan Yang Terdapat Dalam Kebutuhan Intelektual (Berprestasi). Kegiatan Yang Dapat Dilakukan Oleh Guru Untuk Memenuhi Kebutuhan Penghargaan Dalam Pembelajaran Yaitu Dengan Cara Memberikan Reward Dan Punishment. Pemberian Reward Dan Punishment Dalam Pembelajaran Memiliki Implikasi Yaitu Siswa Diakui Sebagai Individu Unik Yang Memiliki Kemampuan Tertentu Dan Karakteristik Yang Dapat Dihargai. Penelitian Ini Menggunakan Metode Kuantatif, Untuk Mengetahui Berapa Persentase Pengaruh Reward Dan Punishment Pada Mata Pelajaran PAI Terhadap Prestasi Belajar Siswa. Populasi Yang Digunakan Yaitu Kelas V Di SD Muhammadiyah 5 Jakarta. Pengambilan Data Menggunakan Metode Sampling Jenuh Karena Dengan Itu Diharapkan Dapat Mewakili Populasi Yang Ada. Instrumen Penelitian Yang Digunakan Pada Penelitian Kali Ini Menggunakan Kuesioner Dengan Model Skala Likert. Kuesioner Diberikan Kepada Sampel Yang Berjumlah 95 Orang. Untuk Pengujian Data, Penulis Menggunakan Uji Regresi Linear Sederhana. Sedangkan Dalam Mengolah Data, Penulis Menggunakan Alat Bantu Statistik Yaitu SPSS Versi 22.0 Dengan Cara Analyze – Regression – Linear. Hasil Penelitian Menunjukan Adanya Pengaruh Reward Dan Punishment Pada Mata Pelajaran PAI Terhadap Prestasi Belajar Siswa Dengan Tingkat Persentase 14 % Sedangkan 86 % Dijelaskan Oleh Sebab-Sebab Lain Di Luar Reward Dan Punishment Pada Mata Pelajaran PAI. Untuk Persamaan Regresi Linear Terjadi Hubungan Positif Antara Dua Variabel Di Mana Semakin Baik Isi Dari Reward Dan Punishment Pada Mata Pelajaran PAI Maka Semakin Meningkatkan Prestasi Belajar Siswa.

http://repository.uhamka.ac.id/id/eprint/15652/1/FAI_PENDIDIKAN%20AGAMA%20ISLAM_1207015068_TANJUNG%20SURYA%20WIRANA.pdf

Unduh!

Categories
Repo

Kajian Ketersediaan Debit Mata Air Cigamea Pada Musim Kemarau 2019 Untuk Pemenuhan Kebutuhan Air Bersih Di Desa Pasarean Kecamatan Pamijahan Bogor

http://repository.uhamka.ac.id/id/eprint/15651/

Kajian Ketersediaan Debit Mata Air Cigamea Pada Musim Kemarau 2019 Untuk Pemenuhan Kebutuhan Air Bersih Di Desa Pasarean Kecamatan Pamijahan Bogor

Ma’rifah, Ai

Penelitian ini bertujuan untuk 1) mengetahui besarnya rata-rata debit mata air Cigamea di Desa Pasarean pada musim kemarau Tahun 2019, 2) rata-rata volume kebutuhan air bersih penduduk di Desa Pasarean pada musim kemarau Tahun 2019, dan 3) ketersediaan debit Mata air Cigamea pada musim kemarau Tahun 2019 dapat memenuhi kebutuhan air bersih penduduk Desa Pasarean. Wilayah Desa Pasarean dipilih sebagai wilayah penelitian, pada musim kemarau penduduk kekurangan air bersih. Hanya ada beberapa penduduk yang memiliki sumur gali untuk memenuhi kebutuhan air bersih, dengan kondisi air tanah berbau dan berwarna kekuning-kuningan. Ada dua kelompok populasi dalam penelitian ini yaitu seluruh aliran air dari mata air Cigamea pada musim kemarau Tahun 2019, dan seluruh kepala keluarga penduduk Desa Pasarean pada Tahun 2019 sebanyak 3.224 KK. Sampel pengukuran debit aliran air Mata Air Cigamea ditentukan secara purposive sampling. Sedangkan sampel kepala keluarga penduduk Desa Pasarean ditentukan secara multi stage sampling antara area sampling dengan simple random sampling. Pengumpulan data dilakukan pengukuran langsung dan terstruktur dipandu dengan daftar pertanyaan. Penelitian ini dilakukan pada tanggal 15 Juli-6 Agustus 2019. Hasil penelitian diketahui bahwa rata-rata debit Mata air Cigamea pada musim kemarau Tahun 2019 sebesar 0,1616 m3/detik atau rata-rata debit mata air Cigamea dalam satu hari sebesar 13.963,57 m3/hari. Debit tertinggi sebesar 0,2585 m3/detik, sedangkan debit terendah sebesar 0,1112 m3/detik. Hal ini berarti, rata-rata ketersediaan debit Mata Air Cigamea pada musim Kemarau Tahun 2019 sebesar 13.963,57 m3/hari. Rata-rata volume kebutuhan air bersih penduduk Desa Pasarean pada musim kemarau Tahun 2019 sebanyak 83,01 liter/orang/hari atau 0,08301 m3/orang perhari. Adapun kebutuhan air bersih untuk seluruh penduduk Desa Pasarean pada musim kemarau tahun 2019 sebesar 995.289,9 liter/hari atau 995,2899 m3/hari. Oleh karena itu, ketersediaan debit Mata air Cigamea pada musim kemarau Tahun 2019 dapat memenuhi kebutuhan air bersih penduduk Desa Pasarean.

http://repository.uhamka.ac.id/id/eprint/15651/1/FKIP_PENDIDIKAN%20GEOGRAFI_1501095002_AI%20MA%27RIFAH.pdf

Unduh!

Categories
Repo

Pemanfaatan Tepung Biji Nangka (Artocarpus heterophyllus) dan Tepung Ikan Teri (Stolephorus spp.) dalam Pembuatan Crackers Sumber Kalsium

http://repository.uhamka.ac.id/id/eprint/15649/

Pemanfaatan Tepung Biji Nangka (Artocarpus heterophyllus) dan Tepung Ikan Teri (Stolephorus spp.) dalam Pembuatan Crackers Sumber Kalsium

Juniastuti, Tri

Indonesia memiliki banyak potensi untuk dimanfaatkan menjadi produk olahan antara lain biji nangka dan ikan yang dimanfaatkan dalam pembuatan crackers. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jumlah tepung biji nangka (Artocarpus heterophyllus) dan tepung ikan teri (Stolephorus spp.) untuk menghasilkan crackers binari yang paling disukai oleh panelis, daya terima serta kandungan kalsium crackers binari. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap dengan satu faktor yaitu perbandingan tepung terigu, tepung biji nangka, dan tepung ikan teri. Terdapat 4 formulasi yaitu C0 = kontrol, C1 = 85 g:10 g:5 g, C2 = 80 g:15 g:5 g, dan C3 = 75 g:20 g:5 g. Produk terpilih dilakukan sebanyak 2 kali pengulangan. Berdasarkan hasil penelitian, crackers dengan substitusi tepung terigu 85 g, tepung biji nangka 10 g, dan tepung ikan teri 5 g menghasilkan produk crackers terbaik dari hasil uji organoleptik dengan nilai rata-rata kesukaan terhadap warna 4,16 (menyukai), aroma 4,00 (menyukai) tekstur 4,06 (menyukai), dan rasa 4,06 (menyukai). Hasil uji kimia per 100 g crackers dengan formulasi terbaik memiliki kadar air 2,83%, kadar abu 2,52%, kadar lemak 26,65%, kadar protein 8,93%, kadar karbohidrat 59,05%, dan kadar kalsium 297 mg.

http://repository.uhamka.ac.id/id/eprint/15649/1/FIKES_GIZI_1205025085_TRI%20JUNIASTUTI.pdf

Unduh!

Categories
Repo

Pemanfaatan Tepung Jamur Tiram (Pleurotus ostreatus) dalam Pembuatan Mi Tinggi Serat

http://repository.uhamka.ac.id/id/eprint/15648/

Pemanfaatan Tepung Jamur Tiram (Pleurotus ostreatus) dalam Pembuatan Mi Tinggi Serat

Arisgianti, Titis Nur

Jamur tiram (Pleurotus ostreatus) mengandung serat lignoselulosa yang merupakan serat tidak larut air yang bersifat laksatif, menurunkan resiko kanker kolon, mengurangi asupan kalori dan mengontrol berat badan. Melalui produk mi yang menjadi makanan kegemaran masyarakat, jamur tiram yang dijadikan tepung menjadi bahan subtitusi pada pembuatan produk mi tinggi serat. Tujuan dari penelitian ini adalah memanfaatkan jamur tiram (Pleurotus ostreatus) sebagai bahan subtitusi mi untuk menghasilkan produk mi tinggi serat. Penelitian ini terdiri dari penelitian pendahuluan yaitu pembuatan tepung jamur tiram dan analisis karakteristik sifat kimianya, dan penelitian utama yaitu formulasi produk mi tinggi serat, formula terpilih berdasarkan uji hedonik akan diuji proksimat dan seratnya. Rancangan percobaan penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL), dengan taraf perlakuan 0%, 30%, 40% dan 50%. Data yang diperoleh dari uji organoleptik dianalisis menggunakan ANOVA dilanjut uji lanjut Ducan’s Multipe Test dengan tingkat kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan tepung jamur tiram mempengaruhi mutu dan tingkat kesukaan panelis. Didapatkan ada perbedaan (p<0,05) pada tingkat kesukaan panelis secara keseluruhan. Hasil terbaik mi tinggi serat yaitu pada formulasi dengan penambahan tepung jamur tiram sebanyak 30%, dengan rata-rata skor nilai uji hedonik berdasarkan mutu (warna, aroma, rasa dan kekenyalan) mencapai 4,8 (netral, cenderung agak suka), dan sajian mi tinggi serat sebanyak 100 g memiliki kandungan energi 110 kkal, karbohidrat 18 g, protein 5 g, lemak 2 g, dan serat 7 g. http://repository.uhamka.ac.id/id/eprint/15648/1/FIKES_GIZI_1205025083_TITIS%20NUR%20ARISGIANTI.pdf Unduh!

Categories
Repo

Kajian Pola Spasial Kasus Kejadian Curanmor di Wilayah Kota Depok Provinsi Jawa Barat Tahun 2018 dengan Metode Average Nearest Neighbor

http://repository.uhamka.ac.id/id/eprint/15647/

Kajian Pola Spasial Kasus Kejadian Curanmor di Wilayah Kota Depok Provinsi Jawa Barat Tahun 2018 dengan Metode Average Nearest Neighbor

Ramadhan, Aditya

Penelitian ini bertujuan untuk (1) Mengetahui bentuk pola spasial pencurian kendaraan bermotor di Kota Depok. (2) Membuat peta persebaran kasus pencurian kendaraan bermotor di Kota Depok. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian deskriptif. Objek penelitian ini peristiwa tindakan kriminal yaitu lokasi pencurian kendaraan bermotor di Kota Depok pada tahun 2018. Penelitian ini difokuskan pada analisis spasial berbasis Sistem Informasi Geografi yang menghasilkan peta persebaran dan konsentrasinya. Data dianalisis dengan metode analisis Average Nearest Neighbor yang terdapat di dalam software pemetaan bernama ArcMap GIS. Cara pengumpulan data dilakukan dengan pengumpulan data sekunder dan diolah dengan metode analisis tersebut. Berdasarkan analisis yang dilakukan, maka dapat diketahui hasil dari penelitian tersebut terdapat tiga hasil penelitian, yaitu: (1) terdapat 146 kasus kejadian pencurian kendaraan bermotor yang dilaporkan ke Polresta Depok pada tahun 2018 dengan kejadian terbanyak berada di Kecamatan Beji sebanyak 37 kasus dengan persentase tertinggi sebesar (25,3%), sementara tidak ada kejadian pencurian kendaraan bermotor di wilayah Kecamatan Bojongsari dan Kecamatan Limo. (2) Dalam 12 bulan di tahun 2018, Kejadian pencurian kendaran bermotor mengalami kenaikan dan penurunan. Kasus pencurian kendaraan bermotor terbanyak terjadi di bulan Mei sebanyak 18 kasus, dan paling sedikit terjadi di bulan Oktober sebanyak 8 kasus. (3) Untuk wilayah pencurian kendaraan bermotor dengan pola spasial mengelompok (clustered) dengan konsentrasi yang besar terletak di 6º20’45’’- 6º22’45’’LS dan 106º49’50’’-106º49’45’’BT. Pola spasial yang mengelompok menandakan bahwa kejadian terbilang banyak dan cenderung berdekatan dengan rasio ketertanggaan terdekat sebesar 0,800227 dan skor-z -4,617891 serta nilai-p 0,000004 dan Jarak rata rata yang diamati berjarak 420,9534 meter dan jarak rata rata yang diharapkan berjarak 526,0424 meter. Kesimpulannya, Titik persebaran lokasi kejadian pencurian kendaraan bermotor di Kota Depok tahun 2018 di dominasi terdapat di sepanjang Jalan raya besar. Untuk tren kejadian pencurian kendaraan bermotor per bulannya dalam jangka tahun 2018 mengalami kenaikan dan juga penurunan atau fluktuatif tetapi lebih banyak mengalami penurunan.

http://repository.uhamka.ac.id/id/eprint/15647/1/FKIP_PENDIDIKAN%20GEOGRAFI_1501095001_Aditya%20Ramadhan.pdf

Unduh!

Categories
Repo

Studi Komparasi Kondisi Ekonomi Antara Petani Dengan Nelayan Di Desa Pulogading Kecamatan Bulakamba Kabupaten Brebes Provinsi Jawa Tengah

http://repository.uhamka.ac.id/id/eprint/15646/

Studi Komparasi Kondisi Ekonomi Antara Petani Dengan Nelayan Di Desa Pulogading Kecamatan Bulakamba Kabupaten Brebes Provinsi Jawa Tengah

Amelia, Mustika

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada atau tidaknya perbedaan kondisi ekonomi antara petani dengan nelayan. Penelitian ini merupakan penelitian survei dengan tujuan komparatif. Populasi dalam penelitian ini adalah petani dan nelayan di Desa Pulogading. Banyaknya populasi petani 724KK, nelayan 150KK. Sampel petani 41, dan sampel nelayan 41. Pengambilan data dilakukan dengan teknik wawancara yang dipandu dengan daftar pertanyaan. Analisis data dilakukan dengan menggunakan metode komparatif. Penelitian ini menyimpulkan bahwa ada perbedaan yang signifikan pendapatan rata-rata antara petani dengan nelayan. Hal ini dibuktikan dengan uji-t yang menunjukan Thitung > Ttabel (97,14 > 1,994). Rata-rata pendapatan petani Rp.1.800.680 perbulan. Sedangkan rata-rata pendapatan nelayan sebesar Rp.5.867.300 perbulan. Hal ini membuktikan bahwa rata-rata pendapatan nelayan lebih besar dibandingkan dengan petani. Selain itu perbedaan kondisi ekonomi juga dibuktikan dengan kondisi fisik rumah tinggal nelayan yang berdinding tembok (97,8%) dan berlantai keramik (95,2%) dengan kualitas lebih baik dibanding dengan petani yang berdinding tembok (84,4%) dan berlantai keramik (68,3%). Sedangkan kepemilikan kendaraan jenis sepeda motor nelayan lebih banyak (90,3%) dibanding dengan petani (75,6%).

http://repository.uhamka.ac.id/id/eprint/15646/1/FKIP_PENDIDIKAN%20GEOGRAFI_1401115050_MUSTIKA%20AMELIA.pdf

Unduh!

Categories
Repo

Kajian Kerusakan Tanah Akibat Penambangan Pasir Di Desa Labuhan Ratu Kecamatan Pasir Sakti Kabupaten Lampung Timur Provinsi Lampung

http://repository.uhamka.ac.id/id/eprint/15645/

Kajian Kerusakan Tanah Akibat Penambangan Pasir Di Desa Labuhan Ratu Kecamatan Pasir Sakti Kabupaten Lampung Timur Provinsi Lampung

Prayitno, Hendri

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kesuburan tanah yang belum dan yang sudah digunakan untuk penambangan pasir, mengetahui volume dan horison tanah yang hilang akibat penambangan pasir di Desa Labuhan Ratu Kecamatan Pasir Sakti Kabupaten Lampung Timur Provinsi Lampung. Penelitian ini merupakan penelitian survey dengan tujuan deskriptif yang didasarkan pada analisis laboratorium dan pengukuran lapangan. Penentuan sampel tanah dilakukan dengan menggunakan metode area sampling berdasarkan jenis tanah. Berdasarkan peta tanah tijau jenis tanah di Desa Labuhan Ratu adalah aluvial. Dari jenis tanah ini diambil 2 sampel yaitu yang sudah digunakan untuk penambangan pasir dan yang belum digunakan untuk penambangan pasir. Hasil penelitian diketahui bahwa telah terjadi penurunan kesuburan tanah akibat penambangan pasir di Desa Labuhan Ratu. Dibuktikan dengan penurunan pH tanah dari 7,09 menjadi 5,12. Penurunan konsentrasi bahan organik tanah untuk tanah yang sudah digunakan sebagai tambang pasir 0,85% lebih rendah dibandingkan dengan tanah yang belum digunakan sebagai tambang pasir 1,12%. Penurunan kapasitas tukar kation dari 14,28 cmol/kg menjadi 5,66 cmol/kg. Kejenuhan basa 67,67% lebih rendah dibandingkan yang belum digunakan untuk penambangan pasir 100%. Telah terjadi kerusakan tanah akibat aktivitas penambangan pasir, dibuktikan dengan volume tanah yang hilang mencapai 529.034 m3 dan horison tanah yang hilang meliputi horison O, A, dan E. Kehilangan volume dan horison tanah merupakan bukti kerusakan tanah, karena tanah ini tidak akan kembali seperti semua dalam waktu yang singkat.

http://repository.uhamka.ac.id/id/eprint/15645/1/FKIP_PENDIDIKAN%20GEOGRAFI_1401115047_HENDRI%20PRAYITNO.pdf

Unduh!

Categories
Repo

Students’ creative thinking ability assisted augmented reality based on visualizer-verbalizer cognitive style

http://repository.uhamka.ac.id/id/eprint/15642/

Students’ creative thinking ability assisted augmented reality based on visualizer-verbalizer cognitive style

Faradillah, Ayu

http://repository.uhamka.ac.id/id/eprint/15642/1/Artikel%20elemen.pdf

Unduh!