Categories
Repo

Pengaruh Motivasi dan Kepuasan Kerja terhadap Kinerja Karyawan pada Kantor Televisi Republik Indonesia (TVRI) Jakarta

http://repository.uhamka.ac.id/id/eprint/16476/

Pengaruh Motivasi dan Kepuasan Kerja terhadap Kinerja Karyawan pada Kantor Televisi Republik Indonesia (TVRI) Jakarta

Faozi, Damara Imam

Variabel yang diteliti adalah Motivasi dan Kepuasan sebagai variabel bebas dan Kinerja Karyawan sebagai variabel terikat pada kantor Televisi Republik Indonesia (TVRI) Jakarta. Populasi pada penelitian ini adalah karyawan yang ada di kantor Televisi Republik Indonesia (TVRI) Jakarta. Sampel responden adalah 96. Teknik pengolahan dan analisis data yang digunakan adalah uji validitas, uji reliabilitas, analisis deskriptif, uji normalitas, uji multikolinearitas, uji heteroskedatisitas, uji aoutokorelasi, analisis regresi linear berganda, uji simultan, uji koefisien, dan koefisien korelasi determinasi. . Data diolah dengan menggunakan analisis regresi linier berganda, dengan bantuan SPSS 22.0. Berdasarkan hasil uji statistk f Berdasarkan tabel 4.20 dapat diketahui bahwa tingkat signifikan sebesar 0,000 < 0,05 dengan Fhitung > nilai Ftabel yaitu, 65,917 > 3,07 dan nilai signifikan < 0,05 sehingga Ho ditolak Ha diterima. Hasil analisis regresi linier berganda pada variabel kinerja mendapatkan nilai konstanta 11,530, nilai koefisien regresi variable X1 motivasi sebesar 0,100, artinya jika motivasi meningkat sebesar 1 skor dengan asumsi variabel lain konstanta menyebabkan kenaikan kinerja karyawan sebesar 0,100 pada konstanta 11,530, sedangkan koefisien regresi variable X2 kepuasan kerja sebesar 0,623, artinya jika kepuasan kerja meningkat sebesar 1 skor dengan asumsi variabel lain konstanta menyebabkan kenaikan kinerja karyawan sebesar 0,623 pada konstanta 11,530. Korelasi antar masing-masing variabel dengan 96 responden. Variabel motivasi terhadap kinerja diperoleh nilai 0,685, maka terjadi pengaruh yang kuat, sedangkan variabel kepuasan terhadap kinerja diperoleh nilai 0,73, berarti terdapat hubungan positif kuat dan signifikan. Nilai koefisien determinasi adjusted R2 (adjusted R Square) sebesar 0,577 yang artinya variabel motivasi dan variabel kepuasan kerja secara bersama-sama mampu mempengaruhi variabel kinerja karyawan sebesar 57,7%, sedangkan sisanya sebesar 42,3% dipengaruhi oleh faktor lainnya yang tidak diteliti dalam penelitian ini. http://repository.uhamka.ac.id/id/eprint/16476/1/FEB_MNJ_1102015018_Damara%20Imam%20Faozi.pdf Unduh!

Categories
Repo

Pengaruh Pelatihan dan Disiplin Kerja terhadap Kinerja Karyawan pada PT. Metro Taruna Jakarta

http://repository.uhamka.ac.id/id/eprint/16475/

Pengaruh Pelatihan dan Disiplin Kerja terhadap Kinerja Karyawan pada PT. Metro Taruna Jakarta

Heryanto, Barry Ryandana

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pelatihan dan disiplin kerja terhadap kinerja karyawan pada PT Metro Taruna Jakarta.
Dalam penelitian ini menggunakan metode survey dengan pengumpulan secara langsung dari sumber asli, berupa penyebaran kuesioner yang diambil dari suatu sampel. Sampel dalam penelitian ini adalah karyawan tetap PT Metro Taruna sebanyak 82 responden. Teknik pengolahan dan analisis data yang digunakan adalah uji validitas, uji reliabilitas, analisis deskriptif, uji normalitas, uji multikolinearitas, uji heteroskedatisitas, uji aoutokorelasi, analisis regresi linear berganda, uji simultan, uji koefisien, dan koefisien korelasi determinasi.
Berdasarkan dari hasil pengolahan data uji “f” untuk melihat pengaruh variabel pelatihan dan disiplin kerja terhadap kinerja signifikan atau tidak, dapat dilihat dari angka probabilitas (sig). dapat diketahui bahwa tingkat signifikan sebesar 0,000 < 0,05 dengan nilai F hitung = 190,125 > F tabel (2:82) = 3,11, sehingga dapat diinterpretasikan bahwa pelatihan dan disiplin kerja secara simultan berpengaruh signifikansi terhadap kinerja karyawan. Dengan demikian H3 diterima. Dan berdasarkan dari hasil pengolahan data uji “t” untuk melihat pengaruh variabel pelatihan dan disiplin kerja terhadap kinerja signifikan atau tidak, dapat dilihat dari angka probabilitas (sig). Nilai probabilitas 0,000 < 0,05 dengan nilai variabel pelatihan hasil thitung = 3,901 dan variabel disiplin kerja hasil thitung = 4,853. Angka 1,66365 diperoleh dari ttabel dengan α = 0,05 dan derajat kebebasan (df) n-k-1 = 82. Jika pada variabel pelatihan thitung > ttabel yaitu 3,901 > 1,66365 dan variabel disiplin kerja thitung > ttabel yaitu 4,853 > 1,66365, sehingga dapat disimpulkan bahwa H1 diterima atau pelatihan dan disiplin kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan pada PT Metro Taruna Jakarta.
Berdasarkan dari hasil pengolahan data Koefisien Korelasi dan Determinasi, sifat hubungan antara pelatihan, disiplin kerja dan kinerja karyawan sangat kuat, karena koefisien korelasi sebesar 0,910 dan nilai koefisien determinasi r2 = 0,824 atau 82,4%, artinya 82,4% variasi atau perubahan pada variabel kinerja karyawan merupakan kontribusi pengaruh variabel pelatihan dan disiplin kerja, sementara 17,6% sisanya merupakan kontribusi pengaruh faktor-faktor lain seperti pemberian kompensasi, beban kerja yang tidak sebanding dengan pembayaran, kurangnya motivasi, tingkat stress kerja yang tinggi, rendahnya tingkat promosi jabatan dan sebagainya.

http://repository.uhamka.ac.id/id/eprint/16475/1/FEB_MNJ_1102015016%20_Barry%20Ryandana%20Heryanto.pdf

Unduh!

Categories
Repo

Perbandingan Tingkat Kepuasan Pasien BPJS dan Non BPJS Berdasarkan Mutu Pelayanan Unit Rawat Jalan Di Rumah Sakit Bhakti Asih Tangerang Tahun 2018

http://repository.uhamka.ac.id/id/eprint/16474/

Perbandingan Tingkat Kepuasan Pasien BPJS dan Non BPJS Berdasarkan Mutu Pelayanan Unit Rawat Jalan Di Rumah Sakit Bhakti Asih Tangerang Tahun 2018

Sari, Rika Purnama

Kepuasan pasien BPJS maupun Non BPJS dianggap sebagai salah satu dimensi yang sangat penting dari mutu pelayanan serta berhubungan dengan prioritas peningkatan pelayanan kesehatan. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional. Penelitian ini dilakukan di Rumah Sakit Bhakti Asih pada bulan Juli Tahun 2018. Sampel dalam penelitian yaitu pasien BPJS dan Non BPJS dengan total sampel 120 responden. Pengumpulan data dilakukan dengan kuesioner harapan dan penilaian kenerja Adapun analisis data yang digunakan adalah analisis univariat, analisis diagram kartesius dan analisis bivariat. Hasil univariat menunjukkan rata-rata tingkat kepuasan pada pasien BPJS (94,1%) lebih besar dibandingkan dengan rata-rata tingkat kepuasan pada pasien non BPJS (93,9%). Hasil analisis diagram kartesius menunjukkan bahwa posisi kuadran a atau kuadran yang menjadi prioritas perbaikan mutu pelayanan menurut pasien BPJS dan non BPJS terdapat 9 atribut. Hasil uji ststistik independent t test hanya terdapat perbedaan yang signifikan antara pasien BPJS dan non BPJS pada variabel harapan jaminan (Pvalue 0,026). Peneliti merekomendasikan Rumah Sakit untuk memprioritaskan dimensi fasilitas fisik sebagai faktor dominan dengan memperhatikan dimensi mutu lainnya yang berpengaruh terhadap kepuasan pasien.

http://repository.uhamka.ac.id/id/eprint/16474/1/FIKES_KESMAS_1405015127_RIKA%20PURNAMA%20SARI.pdf

Unduh!

Categories
Repo

Determinan Faktor Tingkat Kebugaran Atlet Esports Di Esports UNJ Club

http://repository.uhamka.ac.id/id/eprint/16473/

Determinan Faktor Tingkat Kebugaran Atlet Esports Di Esports UNJ Club

Alkarim, Faiz Akbar

Esport dapat diartikan sebagai olahraga elektronik dimana terdapat sesuatu kegiatan kompetisi video game yang teratur dan organisir, khususnya bagi para gamer profesional.seorang atlet memerlukan system pelatihan yang optimal. untuk itu, permasalahan yang dikaji dalam penelitian ini adalah tentang Determinan Faktor tingkat kebugaran atlet Esport . Dalam penelitian ini metodologi yang digunakan adalah dengan pendekatan kuantitatif dengan desain Cross-sectional Penentuan informan menggunakan teknik Total Sampling, pengumpulan data dilakukan dengan pengukuran antropometri, Bleep Testt, dan wawancara. Teknis analisis data antara status gizi, aktivitas fisik, kualitas tidur, asupan energi, dan zat gizi makro dengan tingkat kebugaran menggunakan correlation pearson sedangkan untuk kebiasaan merokok dengan tingkat kebugaran menggunakan Independent T-Test. Hasil penelitian menunjukan bahwa atlet ESPORT UNJ CLUB Rata – rata tingkat kebugaran responden diukur menggunakan Bleep Test adalah 27,5 ml/kg/menit, Rata-rata status gizi diukur menggunakan IMT adalah 22,05 kg/m2 Rata – rata Aktivitas fisik menggunakan Phisycal Activity Level adalah 1,53 Rata – rata kualitas tidur diukur menggunakan Pittsburgh Sleep Quality Index adalah 7.51, rata – rata memiliki Tingkat Stress yang diukur menggunakan Depression Anxietry Stress Scale 42 adalah 24,7. Sebagian besar memiliki kebiasaan merokok 54,3%, memiliki rata – rata tingkat asupan energi sebesar 65%, rata – rata tingkat asupan karbohidrat 50,6%, rata – rata tingkat asupan lemak 84,3%, dan rata – rata asupan protein 79,1%. hasil uji statistic menunjukan ada hubungan (p-value <0,05) antara Status Gizi, Aktivitas Fisik, Kualitas Tidur, dan Asupan Energi dengan Tingkat Kebuaran. Dan tidak terdapat hubungan (p-value >0,05) antara tingkat stress, kebiasaan merokok, asupan karbohidrat, asupan lemak, dan asupan protein. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara antara status gizi, aktivitas fisik, kualitas tidur dan asupan energi dengan tingkat kebugaran pada atlet Esport di ESPORT UNJ CLUB. Namun tidak terdapat hubungan antara tingkat stress, kebiasaan merokok, asupan karbohidrat, asupan lemak, dan protein dengan tingkat kebugaran atlet Esport di ESPORT UNJ CLUB

http://repository.uhamka.ac.id/id/eprint/16473/1/FIKES_GIZI_%201505025054_%20FAIZ%20AKBAR%20ALKARIM.pdf

Unduh!

Categories
Repo

Hubungan Antara Pengetahuan dan Sikap dengan Perilaku Konsumsi Makanan Jajanan di SDN Cirendeu 03 Tangerang Selatan Tahun 2018

http://repository.uhamka.ac.id/id/eprint/16472/

Hubungan Antara Pengetahuan dan Sikap dengan Perilaku Konsumsi Makanan Jajanan di SDN Cirendeu 03 Tangerang Selatan Tahun 2018

Agustin, Laily Fajriutami

Keamanan pangan merupakan aspek yang sangat penting dalam kehidupan sehari-hari. Kurangnya perhatian terhadap hal ini, sering mengakibatkan terjadinya dampak berupa penurunan kesehatan konsumennya. Perilaku pemilihan makanan dipengaruhi oleh pengetahuan gizi, sikap, serta perilaku yang terkait. Apabila pengetahuan, sikap, dan perilaku masing kurang memadai, maka pemilihan makanan jajanan menjadi kurang tepat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan dan sikap dengan perilaku mengkonsumsi jajanan sehat di SDN Cirendeu 03 Tangerang Selatan. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa-siswi kelas 4,5,dan 6 di SDN Cirendeu 03 Tangerang Selatan dengan besar sampel yang diambil adalah seluruhnya yang berjumlah 120 responden. Penelitian ini menggunakan jenis data primer dan sekunder. Cara pengambilan sampel menggunakan teknik sampling jenuh dengan variabel yang diteliti yaitu pengetahuan siswa tentang jajanan sehat, sikap siswa mengenai perilaku mengkosumsi jajanan sehat serta perilaku siswa mengkonsumsi jajanan sehat.

http://repository.uhamka.ac.id/id/eprint/16472/1/FIKES_KESMAS_1405015083_LAILY%20FAJRIUTAMI%20AGUSTIN.pdf

Unduh!

Categories
Repo

Pengaruh Kualitas Pelayanan dan Kepuasan Pelanggan terhadap Loyalitas Pelanggan PT. Qualitas Andalan Bersama (Qgolf)

http://repository.uhamka.ac.id/id/eprint/16471/

Pengaruh Kualitas Pelayanan dan Kepuasan Pelanggan terhadap Loyalitas Pelanggan PT. Qualitas Andalan Bersama (Qgolf)

Nurhayati, Eva

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh Kualitas Pelayanan, Dan
Kepuasan Pelanggan Terhadap Loyalitas Pelanggan PT. Qualitas Andalan
Bersama (QGolf).
Dalam penelitian ini digunakan metode survei. Variabel yang diteliti adalah
“Kualitas Pelayanan dan Kepuasan Pelanggan” sebagai variabel Independen dan
“Loyalitas Pelanggan” sebagai variabel dependen. Populasi yang digunakan dalam
penelitian ini adalah member QGolf. Jenis penelitian yang digunakan adalah
Kausatif. Jumlah Sampel dalam penelitian ini sebanyak 87 responden.
Kualitas Pelayanan berpengaruh positif terhadap Loyalitas Pelanggan. Hal ini
dapat dibuktikan dengan tingkat signifikansi variabel Kepuasan Pelanggan 0,001< 0,05 dan nilai thitung 3,516> ttabel 1,988 dari ketentuan df= n – k atau df= 87 – 3= 84
maka diperoleh ttabel 1,988 dan hubungannya adalah positif.
Kepuasan Pelanggan berpengaruh positif terhadap Loyalitas Pelanggan. Hal
ini dapat dibuktikan dengan tingkat signifikansi variabel Kepuasan Pelanggan
0,000< 0,05 dan nilai thitung 4,073> ttabel 1,988 dari ketentuan df= n – k atau df= 87
– 3= 84 maka diperoleh ttabel 1,988 dan hubungannya adalah positif.
Kualitas Pelayanan dan Kepuasan Pelanggan berpengaruh secara simultan
terhadap Loyalitas Pelanggan Hasil ini dapat dilihat dari hasil uji F dimana Fhitung
lebih besar dari Ftabel (15.090> 3,10) dengan tingkat signifikansi sebesar 0,000.
Kemudian besarnya nilai Adjusted R Square sebesar 0,247, artinya 24,7% variabel Loyalitas Pelanggan dapat dijelaskan oleh variabel Kualitas Pelayanan dan
Kepuasan Pelanggan.

http://repository.uhamka.ac.id/id/eprint/16471/1/FEB_MNJ_1002015037_Eva%20Nurhayati.pdf

Unduh!

Categories
Repo

Pengaruh Edukasi terhadap Pengetahuan Calon Pengantin tentang Gizi Persiapan Kehamilan Di Kantor Urusan Agama Kecamatan Cantigi Indramayu Tahun 2019

http://repository.uhamka.ac.id/id/eprint/16470/

Pengaruh Edukasi terhadap Pengetahuan Calon Pengantin tentang Gizi Persiapan Kehamilan Di Kantor Urusan Agama Kecamatan Cantigi Indramayu Tahun 2019

Sidarta, Eni Fitriani

Gizi Persiapan Kehamilan adalah hal yang perlu diperhatikan bagi calon pengantin agar terpenuhinya asupan zat gizi yang cukup, yang berguna untuk kematangan seksual. Masalah gizi yang tidak diperhatikan sebelum kehamilan akan berisiko mengalami Kekurangan Energi Kronis (Dewantari, 2013). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya pengaruh edukasi terhadap pengetahuan calon pengantin tentang gizi persiapan kehamilan. Penelitian ini menggunakan desain penelitian Quasi Experiment melalui Pretest dan Posttest dengan rancangan Non equivalent control group. Menggunakan Sampling Quota Sampel berjumlah 60 responden. Kelompok eksperimen 30 sampel dan kontrol 30 sampel. Hasil penelitian menunjukkan karakteristik usia calon pengantin pada kelompok eksperimen dan kontrol sudah ≥16 tahun, pendidikan calon pengantin pada kelompok eksperimen sebagian besar berpendidikan menengah sebanyak 22 responden (73,3%) sedangkan kontrol sebagian besar pendidikan dasar sebanyak 22 responden (73,3%), dan jenis pekerjaan sebagian besar wirausaha/dagang pada kelompok eksperimen sebanyak (40,0%) sedangkan pada kontrol sebanyak (26,7%). Berdasarkan uji statistik, pada kelompok eksperimen menggunakan Uji Paired Sampels Test menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan skor pengetahuan pretest dan posttest (p 0,000) dan kontrol menggunakan uji wilcoxon menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan skor pengetahuan pretest dan posttest (p 0,000). Selanjutnya, Ada perbedaan pengetahuan calon pengantin setelah diberikan intervensi pada kelompok eksperimen dan kontrol (p 0,020).

http://repository.uhamka.ac.id/id/eprint/16470/1/FIKES_GIZI_%201505025053_ENI%20FITRIANI%20SIDARTA.pdf

Unduh!

Categories
Repo

Unit Cost Pelayanan Hemodialisis dengan Metode Activity Based Costing Pada Era Jaminan Kesehatan Nasional di Rumah Sakit Islam Jakarta Cempaka Putih Tahun 2018.

http://repository.uhamka.ac.id/id/eprint/16469/

Unit Cost Pelayanan Hemodialisis dengan Metode Activity Based Costing Pada Era Jaminan Kesehatan Nasional di Rumah Sakit Islam Jakarta Cempaka Putih Tahun 2018.

Talitha, Farizia

Indonesia mulai mengoperasikan program asuransi kesehatan pada tahun 2014 dengan skema pembayaran oleh Indonesian Case Based Groups (INA-CBG’s). Tarif INA-CBG’s tertuang dalam Permenkes No. 64 tahun 2016. Salah satu tarif pelayanan yang diatur dalam Permenkes No. 64 tahun 2016 adalah hemodialisis. Rumah Sakit Islam Jakarta Cempaka Putih sebagai salah satu rumah sakit yang memiliki pelayanan hemodialisis mempunyai peranan untuk memberikan pelayanan yang berkualitas namun tetap memperhatkan biaya yang efektif. Salah satu metode penghitungan yang dapat digunakan adalah Activity Based Costing (ABC). Metode ini dapat mengukur secara akurat biaya dari aktivitas apa pun, meningkatkan ketepatan dan ketepatan dalam perincian biaya pengisian. Penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dengan analisis unit cost menggunakan metode activity based costing. Hasil penelitian didapatkan Unit cost pelayanan hemodialisis dengan metode ABC sebesar Rp 1.203.392. Unit cost dengan metode ABC memiliki selisih lebih besar Rp 280.292 dibandingkan klaim INA-CBG’s senilai Rp 923.100. Dan memiliki selisih lebih kecil Rp 187.985 dari tarif RSIJ Cempaka Putih yang senilai Rp 1.391.377. Saran agar kedepannya perlu mempertimbangan penentuan tarif dengan metode ABC agar akurasi perhitungannya tepat.

http://repository.uhamka.ac.id/id/eprint/16469/1/FIKES_KESMAS_1405015055_FARIZIA%20TALITHA.pdf

Unduh!

Categories
Repo

Gambaran Tingkat Kepatuhan Konsumsi Tablet Tambah Darah Berdasarkan Paparan Informasi, Pengetahuan, Sikap Dan Sistem Monitoring Evaluasi Pada Remaja Putri Di Wilayah Suku Dinas Kesehatan Jakarta Selatan

http://repository.uhamka.ac.id/id/eprint/16468/

Gambaran Tingkat Kepatuhan Konsumsi Tablet Tambah Darah Berdasarkan Paparan Informasi, Pengetahuan, Sikap Dan Sistem Monitoring Evaluasi Pada Remaja Putri Di Wilayah Suku Dinas Kesehatan Jakarta Selatan

Rahmawati, Elza

Kepatuhan adalah suatu perubahan perilaku dari perilaku yang tidak menaati peraturan ke perilaku yang menaati peraturan. Masalah kepatuhan merupakan kendala utama suplementasi besi harian, karena itu suplementasi mingguan sebagai alternatif untuk mengurangi masalah kepatuhan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kepatuhan konsumsi Tablet Tambah Darah berdasarkan paparan informasi, pengetahuan, sikap dan sistem monitoring dan evaluasi pada remaja putri di wilayah Suku Dinas Jakarta Selatan. Desin studi dalam penelitian ini adalah cross sectional dan teknik yang digunakan yaitu Multistage Sampling, sehingga responden dalam penelitian ini adalah 4 sekolah yang berada di 2 Kecamatan yang terdapat di Jakarta Selatan yang dipilih secara systematic random sampling. Dari penelitian ini, dapat dilihat bahwa sebanyak 75,9% remaja putri tidak patuh mengkonsumsi TTD, sedangkan uji hubungan antara paparan pengetahuan, pengetahuan, sikap, dan sistem monitoring evaluasi memiliki hasil yang signifikan dengan kepatuhan konsumsi TTD yaitu Paparan Informasi (p = 0,002). Pengetahuan Anemia dan TTD (p = 0,000), Sikap tentang Anemia dan TTD p = 0,000) dan Sistem Monitoring Evaluasi Program (p = 0,013).

http://repository.uhamka.ac.id/id/eprint/16468/1/FIKES_GIZI_%201505025052_%20ELZA%20RAHMAWATI.pdf

Unduh!

Categories
Repo

Hubungan Motivasi Kerja Dengan Disiplin Kerja Pegawai Non Medis di Rumah Sakit Bhakti Asih Ciledug Karang Tengah Kota Tangerang Banten Tahun 2018

http://repository.uhamka.ac.id/id/eprint/16467/

Hubungan Motivasi Kerja Dengan Disiplin Kerja Pegawai Non Medis di Rumah Sakit Bhakti Asih Ciledug Karang Tengah Kota Tangerang Banten Tahun 2018

Ramadhan, Annas Syahdirani

Motivasi adalah suatu faktor yang mendorong seseorang untuk melalukan suatu aktivitas tertentu, oleh karena itu motivasi sering kali diartikan pula sebagai faktor pendorong perilaku seseorang. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan motivasi kerja terhadap disiplin pegawai non medis di Rumah Sakit Bakti Asih Ciledug. Dalam penelitian ini, jenis penelitian yang digunakan adalah kuantitatif menggunakan analisis univariat dan bivariat serta desain cross sectional. Sampel yang diambil yaitu sebanyak 72 pegawai yang aktif bekerja di Rumah Sakit Bhakti Asih Ciledug Tahun 2018 secara purposive sampling. Hasil analisis univariat menunjukan bahwa disiplin pegawai di Rumah Sakit Bhakti Asih Ciledug sebesar 69,4%, sedangkan univariat motivasi kerja sebesar 54,2%. Pada hasil analisis bivariat variabel yang berhubungan secara bermakna dengan variabel disiplin kerja pegawai non medis yaitu variabel prestasi, pengembangan, kebijakan perusahaan, kondisi kerja dan supervisi (Pvalue < 0,05), sedangkan pada variabel pengakuan dan balas jasa dengan disiplin kerja pegawai non medis tidak terdapat hubungan yang signifikan (Pvalue > 0,05). Hasil penelitian ini menyarankan mampu meningkatkan tingkat motivasi dalam bekerja yaitu: prestasi, pengakuan, pengembangan, balas jasa, kebijakan perusahaan, kondisi kerja dan supervisi karena dengan tingkat motivasi yang tinggi maka hasil kerja yang diperoleh bagi Rumah Sakit menjadi lebih baik sehingga demikian Rumah Sakit dapat mecapai tujuan perusahaan.

http://repository.uhamka.ac.id/id/eprint/16467/1/FIKES_KESMAS_1405015009_ANNAS%20SYAHDIRANI%20RAMADHAN.pdf

Unduh!