Categories
Repo

Gambaran Perilaku Berkendara Menggunakan Sepeda Motor Pada Pelajar SMA Muhammadiyah 15 Slipi Jakarta Barat Tahun 2015

http://repository.uhamka.ac.id/id/eprint/15793/

Gambaran Perilaku Berkendara Menggunakan Sepeda Motor Pada Pelajar SMA Muhammadiyah 15 Slipi Jakarta Barat Tahun 2015

Purnamasari, Imas

Penelitian ini dilakukan dengan bertujuan untuk mengetahui gambaran perilaku berkendara aman menggunakan sepeda motor pada pelajar SMA Muhammadiyah 15 Slipi Jakarta Barat. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan rancangan cross sectional yang bersifat analitik dengan menggunakan uji chi square. Penelitian ini dilakukan di SMA Muhammadiyah 15 Slipi Jakarta Barat pada bulan Populasi dan sampel dalam penelitian ini adalah pelajar SMA Muhammadiyah 15 Slipi Jakarta Barat yang berjumlah 120 responden, dengan teknik pengumpulan data menggunakan sampel jenuh Hasil univariat pada penelitian ini menunjukkan bahwa mayoritas responden berperilaku berkendara tidak aman lebih besar (89,2%), memiliki pengetauan tinggi lebih besar (65,0%), memiliki sikap baik lebih besar (67,5%), perlengkapan berkendara tidak lengkap lebih besar 90,0%), yang tidak memilki SIM lebih besar (75,8%), dan yang didukung keluarga lebih besar (93,3%). Saran dari penelitian ini perlunya dukungan keluarga dalam memberikan dukungan kepada anak terkait perilaku berkendara aman, beruapa teguran dan nasehat mengenai perlengkapan berkendara sepeda motor serta perlu diadakan penelitian yang lebih spesifik dan mendalam terhadap kepemilikan SIM pada siswa siswi SMA.

http://repository.uhamka.ac.id/id/eprint/15793/1/FIKES_KESMAS_1105015050_IMAS%20PURNAMASARI.pdf

Unduh!

Categories
Repo

Peran Koordinator The Jak Mania Pasar Minggu Jakarta Selatan Dalam Meningkatkan Solidaritas Kelompok

http://repository.uhamka.ac.id/id/eprint/15792/

Peran Koordinator The Jak Mania Pasar Minggu Jakarta Selatan Dalam Meningkatkan Solidaritas Kelompok

Muna, Izzatul

The Jakmania adalah kelompok pendukung tim sepak bola Persija yang terbentuk karena suatu alasan, yaitu sama-sama mendukung tim sepak bola Persija dan berupaya untuk mengorganisir para pendukung Persija. Kehadiran The Jak Mania Pasar Minggu tidak hanya sekedar kumpul saja, mereka membuat kegiatan-kegiatan yang positif untuk membantu masyarakat sekitar yang membutuhkan. Hal itu tercipta karena adanya Peran Koordinator di dalam organisasi The Jak Mania Pasar Minggu.

Peneliti menggunakan paradigma konstruktivisme dan teori Peran Bidlle Thomas. Teori Peran Bidlle Thomas untuk menjelaskan bagaimana aktor dapat mempengaruhi targetnya dalam situasi tertentu, di organisasi perlu kita tahu bahwa peran koordinator sangat penting karena peran yang mereka lakukan sangat berpengaruh untuk jalannya organisasi The Jak Mania Pasar Minggu ini, terlebih masyarakat memiliki pandangan yang negatif terhadap suporter bola.

Peneliti ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, dokumentasi, dan studi pustaka dengan metode studi kasus. Teknik analisis data menggunakan tiga tahapan, yaitu reduksi data, penyajian data, dan menarik kesimpulan. Data yang diperoleh disusun sebagai narasi yang panjang yang mendasar pada konsep dan teori.

Hasil penelitian menunjukan bahwa Peran yang dilakukan oleh Koordinator sudah sangat baik untuk dapat merubah pandangan masyarakat terhadap suporter sepak bola. Melalui kegiatan-kegiatan yang positif, seperti kegiatan yang berguna untuk masyarakat sekitar. Koordinator juga mengambil peran dimasa pandemi ini melalui kegiatan pembuatan masker. Organisasi The Jak Mania Pasar Minggu dapat dicontoh bagi para suporter bola yang lain untuk menciptakan citra diri yang positif.

http://repository.uhamka.ac.id/id/eprint/15792/1/FPSI_PSIKOLOGI_1606015226_IZZATUL%20MUNA.pdf

Unduh!

Categories
Repo

Hubungan Pengkondisian Kasih Sayang Bersyarat Orang Tua Dengan Resiliensi Pada Remaja

http://repository.uhamka.ac.id/id/eprint/15791/

Hubungan Pengkondisian Kasih Sayang Bersyarat Orang Tua Dengan Resiliensi Pada Remaja

Huwaidah, Itsnaini Masyhuroh

Remaja akan dapat mengatasi tekanan dan kesulitan yang terjadi dalam kehidupan sehari-harinya dalam masa perkembangannya dengan baik jika anak memiliki kemampuan resiliensi atau ketahanan yang baik. Penelitian ini berfokus kepada fase anak usia remaja, di mana fase peralihan atau transisi dari masa anak-anak menuju dewasa dengan adanya interaksi antara faktor-faktor biologis, genetik, lingkungan dan sosial biasa disebut dengan fase remaja. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan negative antara kedua variabel, yaitu pengkondisian kasih sayang bersyarat orang tua dan resiliensi pada remaja. Subjek yang digunakan dalam penelitian ini berjumlah 263 mahasiswa aktif yang terdiri dari 193 perempuan dan 70 laki-laki. Non probabilitas sampling merupakan teknik sampling yang digunakan dalam penelitian ini. Skala yang digunakan untuk mengukur pengkondisian kasih sayang bersyarat orang tua adalah Parental Conditional Positive Regard Scale (PCPRS; Assor, et al. 2012). Sedangkan skala yang digunakan untuk mengukur Resiliensi adalah Adolescent Resilience Scale (ARS; Oshio, et al. 2002). Teknik analisa data menggunakan hipotesis uji korelasi pearson product moment melalui program aplikasi SPSS 26.0 for windows. Berdasarkan hasil statistik yang dilakukan antara PCPR dan Resiliensi ini memiliki nilai koefisien korelasi (r) sebesar -0,452; p = 0,003 (p<0,05). Hal ini memiliki arti bahwa PCPR dengan Resiliensi memiliki korelasi negative yang signifikan. Dengan demikian penelitian ini menunjukkan adanya hubungan negative yang signifikan antara pengkondisian kasih sayang bersyarat orang tua dengan resiliensi pada remaja. Sesuai dengan implikasinya bahwa semakin tinggi anak mendapatkan PCPR maka akan semakin rendah tingkat resiliensinya. http://repository.uhamka.ac.id/id/eprint/15791/1/FPSI_PSIKOLOGI_1708015107_ITSNAINI%20MASYHUROH%20HUWAIDAH.pdf Unduh!

Categories
Repo

Pengaruh Kebersyukuran Terhadap Kepuasan Hidup Pada Remaja Jakarta Selatan

http://repository.uhamka.ac.id/id/eprint/15790/

Pengaruh Kebersyukuran Terhadap Kepuasan Hidup Pada Remaja Jakarta Selatan

Budiarti, Intan

Studi penelitian kuantitatif ini bertujuan untuk mengetahui besarnya pengaruh Kebersyukuran terhadap Kepuasan Hidup pada Remaja Jakarta Selatan. Responden penelitian ini berjumlah 168 remaja di Jakarta Selatan. Instrument yang digunakan untuk mengukur rasa syukur menggunakan alat ukur The Gratitude Questionneire GQ-6 oleh McCullough 2002 yang berjumlah 6 item, dan untuk mengukur kepuasan hidup menggunkan instrument Mulitidimentsional Student Life Satisfaction Scale MSLSS oleh huebner 1994 dengan jumlah item sebanyak 40 item. Reliabilitas instrument diukur dan menghasilkan Alpha Cronbach sebesar 0,817 pada skala kebersyukuran dan pada kepuasan hidup sebesar 0,897. Teknik yang digunakan dalam penelitian ini adalah Uji Regresi untuk mencari tahu apakah adanya pengaruh kebersyukuran terhadap kepuasan hidup pada remaja, dengan mengunakan aplikasi IBM SPSS statistic versi 22. Hasil penelitian ini menujukan bahwa adanya peranan kebersyukuran yang mempengaruhi kepuasan hidup pada remaja hal ini dapat dilihat dari hasil R Square sebesar 0,149 menujukan bahwa kontribusi kebersyukuran terhadap kepuasan hidup sebesar 14,9% dan 85,1% variable lain yang tidak diteliti oleh peneliti dan nilai F sebesar 28,989 dengan probability value sebesar 0,000 dan nilai p kurang dari 0,001 yang berarti adanya pengaruh yang signifikan. Dan dapat disimpulkan bahwa peneliti menerima HA dan menolak H0.

http://repository.uhamka.ac.id/id/eprint/15790/1/FPSI_PSIKOLOGI_1608015072_INTAN%20BUDIARTI.pdf

Unduh!

Categories
Repo

Faktor-Faktor Yang berhubungan dengan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) Di Wilayah Program Ketuk Pintu Layani Dengan Hati (KPLDH) Puskesmas Kelurahan Utan Kayu Utara Jakarta Timur Tahun 2017.

http://repository.uhamka.ac.id/id/eprint/15788/

Faktor-Faktor Yang berhubungan dengan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) Di Wilayah Program Ketuk Pintu Layani Dengan Hati (KPLDH) Puskesmas Kelurahan Utan Kayu Utara Jakarta Timur Tahun 2017.

Syahputra, Muhammad Dwi

Perilaku Hidup Bersih dan Sehat merupakan upaya pemeliharaan kesehatan bagi diri sendiri dan keluarga. Beberapa penelitian menunjukkan tingkat PHBS di Indonesia masih rendah, terutama di daerah kumuh. Penilitian ini bertujuan untuk Mengetahui Gambaran faktor faktor yang berhubungan dengan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat di wilayah program Ketuk Pintu Layani Dengan Hati (KPLDH) Puskesmas Kelurahan Utan kayu Utara Jakarta Timur.Desain penelitian adalah kuantitatif Deskriptif dengan metode cross sectional. Sampel adalah 113 keluarga yang dipilih dengan teknik kluster random sampling. Hasil penelitian menunjukkan 59,3% responden berperilaku baik dan 40,7% berperilaku tidak baik di puskesmas kelurahan utan kayu utara. Penelitian ini menunjukkan ada hubungan yang bermakna antara pengetahuan (Pvalue : 0.000),sikap (Pvalue : 0.002) terhadap perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) (p<0.05, α=0.05). Penelitian ini dapat menjadi masukan dalam menyusun program yang berkaitan dengan Perilaku hidup bersih dan sehat dengan mengedepankan upaya preventif dan promotif. http://repository.uhamka.ac.id/id/eprint/15788/1/FIKES_KESMAS_1305015095_MUHAMMAD%20DWI%20SYAHPUTRA.pdf Unduh!

Categories
Repo

Gambaran Sanitasi Sekolah SMP Negeri (SMPN) dan Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTS N) di Kelurahan Pela Mampang Tahun 2018

http://repository.uhamka.ac.id/id/eprint/15787/

Gambaran Sanitasi Sekolah SMP Negeri (SMPN) dan Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTS N) di Kelurahan Pela Mampang Tahun 2018

Riyantara, Respati

Sanitasi Adalah Upaya Kesehatan Dengan Cara Melindungi Dan Memelihara Lingkungan Dari Subjeknya. Sekolah Merupakan Tempat Berkumpulnya Warga Sekolah Untuk Suatu Kegiatan Atau Aktivitas Tertentu. Banyaknya Kegiatan Yang Dilakukan Membuat Ancaman Penularan Penyakit Apabila Kebersihan Sekolah Tidak Dikelola Dengan Baik. Selain Itu Perbedaan Pengelolaan Kebersihan Sekolah Negeri Dengan Madrasah Masih Belum Diketahui Secara Detail. Berdasarkan Uraian Diatas Penelitian Ini Dilakukan Untuk Mengetahui Gambaran Kondisi Sanitasi Sekolah Antara SMP Negeri Dengan Mts Negeri Di Kelurahan Pela Mampang Tahun 2018. Komponen Yang Dilihat Adalah Lokasi, Bangunan, Ruangan, Fasilitas Sanitasi, Dan Halaman. Dalam Penelitian Ini, Metodologi Yang Digunakan Adalah Kualitatif Dengan Teknik Pengumpulan Data Dari Observasi Dan Wawancara Mendalam. Informan Penelitian Berjumlah 12 Orang Berdasarkan Teknik Purposive Sampling, Yaitu Kepala Sekolah / Wakil, TU, Guru, Petugas Kebersihan Dan Siswa. Hasil Penelitian Menunjukan Bahwa Hanya Mts Negeri 1 Yang Bebas Dari Kerawanan Banjir, Namun Masih Terdapat Genangan Saat Hujan Deras, SMP Negeri 141 Mengalami Kebebasan Dari Banjir Saat 2 Tahun Terakhir Ini. Pada Kondisi Banggunan Kedua Sekolah Belum Memenuhi Ketentuan Permenkes Nomor 1429 Tahun 2006. Pada Ruang Kelas Hanya SMPN Negeri 141 Yang Memiliki Kriteria Ruangan Kelas Yang Ditentukan. Pada Ruang UKS Kedua Sekolah Belum Memenuhi Ketentuan Permenkes Nomor 1429 Tahun 2006. Pada Ruang Kantin Kedua Sekolah Belum Memenuhi Ketentuan Permenkes Nomor 1429 Tahun 2006. Pada Sarana Air Bersih Yang Memenuhi Syarat Secara Fisik Adalah Mts Negeri 1. Pada Proporsi Toilet Maupun Keadaan Kebersihan Toilet Kedua Sekolah Belum Memenuhi Ketentuan Permendiknas Nomor 24 Tahun 2007 Dan Permenkes Nomor 1429 Tahun 2006 Dan Kurangnya Fasilitas Sanitasi Pada Toilet. Pada CTPS Yang Tersedia Yang Memenuhi Ketentuan Permenkes Nomor 3 Tahun 2014 Adalah SMP Negeri 141 Dengan Ketersediaan Air Bersih, Bak Penampungan Limbah Dan Sabun. Pada Sarana Pembuangan Sampah Kedua Sekolah Belum Memenuhi Syarat Ketentuan Jarak Berdasarkan Permenkes Nomor 1429 Tahun 2006. Pada Saluran SPAL Yang Memenuhi Ketentuan Permenkes Nomor 1429 Tahun 2006 Adalah SMP Negeri 141 Dengan Saluran Yang Lancar Dan Tertutup. Pada Kondisi Halaman Kedua Sekolah Belum Memenuhi Ketentuan Yang Ada Secara Keseluruhan. Pada Kebebasan Jentik Nyamuk Kedua Sekolah Terbebas Dari Jentik Nyamuk Dan Menjalin Kerjasama Dengan Pihak Puskesmas.
Kondisi Sanitasi Sekolah Pada SMP N 141 Maupun Mts N 1 Belum Memenuhi Ketentuan Dengan Berbagai Permasalahan Pada Masing – Masing Sekolah. Pada Keadaan Dinding Dibutuhkannya Adanya Sosialisasi Kepada Siswa Agar Tidak Mencoret Tembok Serta Memperbaiki Keadaan Lantai Yang Rusak. Terkait Persyaratan Ruang Dilengkapi Dengan Sarana Yang Memadai. Selain Itu Ketersediaan Fasilitas Sanitasi Yang Dibutuhkan Pada Toilet Perlu Disediakannya Sabun Dan Tempat Sampah Yang Memadai.

http://repository.uhamka.ac.id/id/eprint/15787/1/FIKES_GIZI_%201405015123_%20RESPATI%20RIYANTARA.pdf

Unduh!

Categories
Repo

Hubungan Higiene Perorangan dan Sanitasi Lingkungan Fisik Rumah Dengan Kejadian Demam Tifoid Pada Pasien Rawat Inap Di Rumah Sakit Bhakti Asih Kota Tangerang Tahun 2017

http://repository.uhamka.ac.id/id/eprint/15786/

Hubungan Higiene Perorangan dan Sanitasi Lingkungan Fisik Rumah Dengan Kejadian Demam Tifoid Pada Pasien Rawat Inap Di Rumah Sakit Bhakti Asih Kota Tangerang Tahun 2017

Lidiawati, Lidiawati

Demam tifoid adalah penyakit infeksi usus menyerang saluran cerna, yang disebabkan oleh kuman salmonella typhi. Penyakit ini menyerang diseluruh negara dan lebih banyak pada negara berkembang, demam tifoid erat kaitannya dengan sanitasi perumahan yang jelek dan higiene perorangan yang buruk. Demam tifoid di Kota Tangerang paling banyak ditemukan dibagian rawat inap rumah sakit. Menurut data rumah sakit bhakti asih penyakit demam tifoid menjadi angka ke 3 dalam pola penyakit terbanyak dibagian rawat inap. Penelitian ini bertujuan untuk melihat hubungan higiene perorangan dan sanitasi lingkungan fisik rumah dengan kejadian demam tifoid di Rumah Sakit Bhakti Asih Kota Tangerang tahun 2017. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif menggunakan desain penelitian kasus kontrol. Populasi kasus dari penelitian ini adalah semua penderita demam tifoid yang melakukan rawat inap pada bulan mei-juli 2017 berdasarkan rekam medik Rumah Sakit Bhakti Asih. Populasi kontrol bukanlah penderita tifoid (penderita diare) yang melakukan rawat inap pada bulan Mei-Juli 2017 berdasarkan rekam medik Rumah Sakit Bhakti Asih. Sampel dari penelitian ini yaitu 34 kasus dan 34 kontrol. Tehnik pengambilan sampel yang dilakukan adalah quota sampling. Penelitian ini menggunakan data primer yang diambil melalui kuesioner, dan lembar observasi menggunakan alat bantu rollmeter. Analisis yang digunakan pada penelitian ini adalah analisis univariat dan bivariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan bermakna antara kebiasaan mencuci tangan sebelum makan(Pvalue 0,015) (OR=3,833), kebiasaan mencuci tangan setelah buang air besar (Pvalue 0,010) (OR=4,667), kebiasaan jajan diluar rumah (Pvalue 0,006) (OR=4,886), sarana pembuangan tinja (Pvalue 0,014) (OR=3968), dan sarana tempat sampah (Pvalue 0,027) (OR=3,429). Dan tidak ada hubungan antara sumber air (Pvalue 0,104), jenis kelamin (Pvalue 0,222), umur (Pvalue 0,752), dan pendidikan (Pvalue 1,000). Saran yang dapat diambil dari penelitian ini ialah masyakarat diharapkan menjaga kebersihan lingkungan dan menerapkan kebiasaan hidup bersih dan sehat, untuk pihak RS memberikan sosialisasi kepada masyarakat tentang demam tifoid.

http://repository.uhamka.ac.id/id/eprint/15786/1/FIKES_KESMAS_1305015077_LIDIAWATI.pdf

Unduh!

Categories
Repo

Higiene dan Sanitasi Penyelenggaraan Makanan di Pesantren Yatim Assa’adah Jakarta Selatan Tahun 2017

http://repository.uhamka.ac.id/id/eprint/15785/

Higiene dan Sanitasi Penyelenggaraan Makanan di Pesantren Yatim Assa’adah Jakarta Selatan Tahun 2017

Gandini, Gazella Dwiga

Higiene sanitasi makanan merupakan upaya mengendalikan kejadian keracunan atau gangguan akibat makanan sehingga makanan yang akan dikonsumsi lebih terjamin keamanannya, guna mewujudkan cita-cita membentuk generasi penerus bangsa yang sehat dan cerdas, perlu diperhatikan perbaikan gizinya sejak dini. Pesantren dituntut untuk menyediakan sajian makanan dalam jumlah banyak untuk para santri dan gurunya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran higiene dan sanitasi penyelenggaraan makanan di Pesantren Yatim Assa’adah. Jenis penelitian ini adalah kualitatif, pengumpulan data dilakukan dengan observasi dan wawancara terstruktur. Penelitian dilakukan di Pesantren Yatim Assa’adah Jakarta Selatan pada bulan Oktober hingga November 2017. Hasil penelitian menunjukkan bahwa higiene sanitasi penyelenggaraan makanan di Pesantren Yatim Assa’adah tidak memenuhi persyaratan sesuai dengan PERMENKES No. 1096/ 2011. Dari kesimpulan akhir tersebut, masih terdapat hambatan yang ditemukan seperti lemari terbuka untuk menyimpan peralatan, kurangnya penyediaan sabun pembersih, pesantren tidak menyediakan APD untuk penjamah makanan, aliran air dapur sering mati karena terhubung dengan saluran air asrama, porsi makanan yang kurang mencukupi untuk jumlah santri dan guru, kurang layaknya penyajian nasi saat sarapan, serta kurangnya disiplin santri dalam penggunaan maupun penyimpanan peralatan dan menjaga kebersihan dengan membuang sampah dengan benar. Sehingga pesantren perlu menyiapkan anggaran untuk penyediaan APD, mengatur ulang jadwal memasak, menyediakan sabun khusus cuci tangan, melakukan monitoring proses penyelenggaraan makanan, dan menghimbau serta memberikan arahan untuk keluarga besar pesantren agar meningkatkan kedisiplinan.

http://repository.uhamka.ac.id/id/eprint/15785/1/FIKES_KESMAS_1305015054_GAZELLA%20DWIGA%20GANDINI.pdf

Unduh!

Categories
Repo

Fakto-Faktor yang Memengaruhi Status Gizi Anak Penyandang Autis, ADHD dan Down Syndrome Usia 5-18 Tahun di Rumah Autis Jakarta

http://repository.uhamka.ac.id/id/eprint/15784/

Fakto-Faktor yang Memengaruhi Status Gizi Anak Penyandang Autis, ADHD dan Down Syndrome Usia 5-18 Tahun di Rumah Autis Jakarta

Mulyasari, Lisa

Autis adalah kelainan perkembangan sistem saraf pada seseorang yang kebanyakan diakibatkan oleh faktor hereditas dan kadang-kadang telah dapat dideteksi sejak bayi berusia 6 bulan. ADHD adalah gangguan perkembangan dalam peningkatan aktivitas motorik anak-anak hingga menyebabkan aktivitas anak-anak tidak lazim dan cenderung berlebihan, sedangkan Down Syndrome merupakan kondisi kelainan genetik yang terjadi pada masa pertumbuhan janin pada kromosom 21/trisomi 21 dengan gejala yang sangat bervariasi. Penelitian ini bertujuan untuk melihat faktor-faktor yang memengaruhi status gizi anak penyandang Autis, ADHD & Down Sydrome. Penelitian dengan design cross sectional ini dengan jumlah sampel 30 orang. Pengambilan data tentang berat badan anak, tinggi badan anak, asupan konsumsi energi, karbohidra, protein,dan lemak, pendapatan orang tua, pendidikan orang tua, aktivitas fisik anak dan pengetahuan orang tua tentang diet makan anak. Dilakukan dengan observasi dan wawancara mendalam. Analisis data dilakukan dengan uji chi square. Hasil penelitian ini menunjukkan tidak ada hubungan bermakna antara pendidikan, pendapatan, aktivitas fisik, konsumsi karbohidrat, protein, lemak dan ada hubungan antara konsumsi energi dan pengetahuan ibu dengan status gizi.

http://repository.uhamka.ac.id/id/eprint/15784/1/FIKES_GIZI_%201205025040_%20LISA%20MULYASARI.pdf

Unduh!

Categories
Repo

Pengaruh Konseling Gizi Dan Senam Lansia Terhadap Pola Makan (Asupan Natrium, Asupan Lemak, Asupan Serat), Status Gizi Dan Status Hipertensi Pada Pralansia Dan Lansia Di Posbindu Desa Sukamulya Kecamatan Mekarjaya Kabupaten Pandeglang Tahun 2017.

http://repository.uhamka.ac.id/id/eprint/15783/

Pengaruh Konseling Gizi Dan Senam Lansia Terhadap Pola Makan (Asupan Natrium, Asupan Lemak, Asupan Serat), Status Gizi Dan Status Hipertensi Pada Pralansia Dan Lansia Di Posbindu Desa Sukamulya Kecamatan Mekarjaya Kabupaten Pandeglang Tahun 2017.

Amallia, Fahmi Diina

Hipertensi Merupakan Salah Satu Faktor Resiko Yang Paling Sering Berpengaruh Terhadap Kejadian Penyakit Jantung Dan Pembuluh Darah. Lansia Banyak Menghadapi Berbagai Masalah Kesehatan Yang Perlu Penanganan Segera Dan Terintegrasi, Salah Satunya Adalah Gangguan Sirkulasi Darah Atau Hipertensi. Salah Satu Cara Untuk Mengendalikan Hipertensi Pada Lansia Adalah Dengan Konseling Gizi Dan Rutin Senam Lansia. Untuk Itu, Penelitian Ini Bertujuan Untuk Mengetahui Pengaruh Konseling Gizi Dan Senam Lansia Terhadap Pola Makan ( Asupan Natrium, Asupan Lemak, Asupan Serat), Status Gizi Dan Status Hipertensi Pada Pralansia Dan Lansia Di Posbindu Desa Sukamulya Kecamatan Mekarjaya Kabupaten Pandeglang Tahun 2017.
Jenis Penelitian Yang Dipakai Dalam Penelitian Ini Adalah Quasi Eksperimen (Eksperimen Semu). Pengambilan Sampel Dalam Penelitian Ini Adalah Dengan Menggunakan Sampling Jenuh, Dengan Jumlah Sampel Sebanyak 60 Orang. Terbagi Dalam 4 Kelompok , Yatu Kelompok Control, Kelompok Perlakuan 1 Yang Diintervensi Konseling, Kelompok Perlakuan 2 Yang Diintervensi Senam Lansia, Kelompok Perlakuan 3 Yang Diintervensi Konseling Dan Senam Lansia. Teknik Analisis Data Menggunakan Uji Statistic “Uji Paired T”. Variabel Dependent Dalam Penelitian Ini Adalah Status Hipertensi. Variabel Independent Terdiri Dari Karakteristik Responden (Usia, Jenis Kelamin, Status Pekerjaan, Kebiasaan Merokok, Besarnya Penghasilan), Pola Makan (Asupan Natrium, Asupan Serat, Asupan Lemak), Dan Status Gizi. Hasil Penelitian Menunjukkan 88.3% Berjenis Kelamin Perempuan, 90% Berusia 45-60 Tahun, 76,67% Tidak Bekerja, 98,3% Berpenghasilan Di Bawah UMR, Dan 86.67% Tidak Merokok. Penurunan Asupan Natrium Dan Lemak Terbesar Antara Sebelum Dan Sesudah Intervensi Ada Pada Kelompok Perlakuan 3, Serta Kenaikan Asupan Serat Tertinggi Sebelum Dan Sesudah Intervensi Ada Pada Kelompok Perlakuan Tiga. Hasil Uji Beda Dengan Uji “Paired T” Menunjukkan Bahwa Ada Perbedaan Yang Bermakna Sebelum Dan Setelah Intervensi Asupan Natrium (P=0.001), Asupan Lemak (P=0.001), Asupan Serat (0.001), Pola Makan (0.001), Status Gizi (P=0.001) Dan Status Hipertensi (0.001) Pada Kelompok Perlakuan Ketiga Yang Diintervensi Dengan Konseling Dan Senam Lansia

http://repository.uhamka.ac.id/id/eprint/15783/1/FIKES_GIZI_%201505029002_%20FAHMI%20DIINA%20AMALLIA.pdf

Unduh!